Tuesday, 7 December 2010

My XI IPA 2's Story

Kejadian ini terjadi waktu aku kelas XI IPA 2. Waktu itu siangnya kira-kira jam 2 sore pas pelajaran pak Hermanto, Bahasa Inggris, saya berbuat curang terhadap si bapak dan teman-teman sekelas. Saat pelajaran bahasa inggris, banyak teman-teman yang lain membawa buku Biologi untuk belajar ke dalam lab bahasa, dan saya pun juga membawanya. Karena habis pelajaran pak Hermanto adalah pelajaran Biologi bu Hastuti. Dan di pelajaran biologi nantinya ada ulangan. So kami kebanyakan bawa buku biologi untuk belajar saat di lab bahasa, pelajaran pak Hermanto.



Saat di kelas, memang kebanyakan dari kami tidak memperhatikan pelajaran pak Hermanto dan sibuk menghapal biologi, termasuk saya juga. Pak Hermanto tahu bahwa kami banyak tidak menyimak dan malah belajar biologi. Di penghujung jam kelas pak Hermanto merazia kami siapa saja yang membawa buku biologi ke dalam kelasnya. Serentak kami terkejut, habisnya jika ketahuan ada yang bawa, maka nilai bahasa inggrisnya di buat 0 atau menyerahkan buku biologi tersebut ke bapak dan nantinya akan di laporkan ke bu Hastuti bahwa kami tidak menyimak pelajaran bapak.



Saya pun panik karena saya membawa buku catatan biologi juga. Mulailah pak Hermanto memanggil kami sesuai absen. Ada teman saya yang kedapatan membawa buku biologi dan bukunya disita sama pak Hermanto.

Banyak cara saya pikir gimana supaya bisa keluar dengan selamat tanpa ada nilai 0 atau buku disita. Mau titip teman saya yang udah keluar tidak bisa, pasti nanti ketahuan. Lalu saya kepikiran untuk menyembunyikan buku sementara di lubang meja sebelahku. Kebetulan mejanya bisa dibuka karena rusak. Dan saya pun langsung menyembunyikan 3 bukuku di dalam meja tsb dan giliran saya pun dipanggil.



Pak Hermanto memeriksa setiap selipan buku bahasa Inggris jika ada buku lain selain buku pelajarannya. Pak Hermanto pun bilang bahwa saya "anak baik" karena tidak bawa buku yang lainnya. Serentak kemudian saya keluar dari ruangan dan kembali ke kelas. Sampai di kelas, saya kebinggungan bagaimana mengambil buku biologi saya kembali. Teman saya bilang saya bisa ambil itu buku saat ada pelajaran dia lagi tapi resikonya jika menunggu sampai minggu depan, buku itu bisa ketahuan dan dilaporkan ke pak Hermanto dan saya pun dapat hukuman yang lebih berat.



Dalam keadaan takut dan gelisah, langsung saja saya balik kembali ke lab bahasa untuk diam-diam mengambil buku biologiku kembali tanpa ketahuan. Ternyata, sampai di kelas udah sampai huruf absen T dan sebentar lagi selesai kelasnya. Dengan perasaan takut bercampur berani, saya pun masuk ke dalam lab bahasa dan pergi ke tempat duduk saya. Pak Hermanto untungnya lagi sibuk memerikasa teman saya. Dengan cepat, saya langsung membuka "laci" meja, mengambil 3 buku biologiku kembali dan cepat-cepat keluar ruangan dengan ekspresi pura-pura barusan keluar dari ruangan. Setelah keluar ruangan, saya gembira dan deg-degan karena telah berhasil mengambil kembali buku biologiku dan selamat dari hukuman!



Banyak teman-temanku yang kedapatan membawa buku biologi. Mereka pasrah bukunya disita. Saya merasa bersalah dan berat hati terhadap temanku yang lain. Karena cuma saya yang lolos dari razia pak Hermanto. Kejadian ini cukup sekali saja dan berjanji tidak akan terulang kembali.





Sekian pengalaman saya ^.^

No comments: