Ini kisah nyata yang terjadi baru-baru ini, tepatnya tanggal 28 November 2010. Waktu itu saya dan teman saya Sandhi hendak ke vihara Vimala Dharma (VVD), kami janjian kumpul di senpus jam 07.30. Saat kami berdua telah berkumpul, langsung saja kami naik angkot Ciumbuleuit untuk turun ke simpang. Waktu itu kami cuma berdua di dalam angkot dan setelah sampai di simpang, kami ganti angkot Kelapa Ledeng menuju VVD. Kami nunggu angkot Kelapa Ledeng dan lalu angkot tsb datang. Saat saya mau naik angkot, tiba-tiba datang sepeda motor menghadang saya masuk angkot, sedangkan Sandhi masih berada di belakangku. Saya jengkel dengan orang yang menghadangku waktu mau masuk angkot. Dia bilang : "maaf-maaf, puntung rokok saya jatuh". Tanpa pikir panjang lagi, saya pun langsung masuk angkot. Tapi waktu Sandhi hendak masuk angkot juga, ada orang berjaket jeans biru yang sama dengan pengandara motor tadi di belakang Sandhi. Sandhi pun cepat-cepat masuk angkot. Saya mulai berpikir negatif bahwa orang ini hendak mencopet kami. Sandhi juga bilang kalo orang tadi sering menghadang dia masuk angkot tanpa sebab.
Lalu tanpa disangka, kami ketemu ci Lilis dan yang lainnya. Untungnya kami jadi rame karena ada yang lainnya. Saat kami sampai di BEC, kami turun disana untuk jalan lagi menuju VVD. Saat kami hendak menyebrang jalan, saya lihat lagi ada orang yang berjaket jeans biru ini. " Ini kan orang yang tadi mencegat kami masuk angkot, kenapa ada disini lagi?" Waktu itu juga firasat saya bilang orang ini mau berbuat copet ternyata benar. Setelah kami menyebrang sampai di trotoar seberang, orang berjaket tadi tiba-tiba menabrak Sandhi dari belakang dengan menjatuhkan puntung rokok.
Saya jelas-jelas melihat dengan mataku sendiri, orang tsb dengan 'tangan kilatnya' mencoba membuka kantong celana Sandhi untuk mengambil dompet. Di saat itula, si copet ngomong : Maaf-maaf, mau ambil puntung rokok saya, tadi terjatuh". Untungnya Sandhi cepat-cepat reflek bertolak badan menghindari copet itu semakin menjadi.
Cepat-cepat kami meneruskan langkah kami menuju VVD dan pergilah copet tadi karena gagal aksinya. Sandhi bilang bahwa dua copet tadi sudah ada waktu di senpus tadi pagi di depan unpar. Sepertinya copet tadi sudah mengincar Sandhi sejak berangkat.
Waktu di trotoar, si copet juga memegang leher temanku itu. Entah mau hipnotis ato yang lannya saya gak tahu apa rencana mereka. Tapi yang pasti aksi mereka benar-benar nyata di hadapanku secara langsung.
Sebenarnya, salah Sandhi juga karena memakai celana santai setengah tiang dengan dompet yang kelihata mencolok di kantong celananya. Paginya juga Sandhi habis menarik uang lewat atm di senpus. Otomatis ini membuat si copet jadi kian tertarik untuk merampas harta dia.
Saya bilang benar-benar keterlaluan tuh copet. Berani-beraninya mereka mencopet waktu kami rame-rame ( 9 orang waktu itu). Tidakkah mereka bisa pikir bahwa aksi mereka itu kurang ajar dan nekad, mencopet di jalanan ramai dengan banyak orang di kelompok kami, di depan pos polisi pulak. Ngapain juga mencopet 'orang yang tidak punya duit', coba copet itu korruptor yang merajalela. Saya hanya bisa diam waktu itu karena tidak ingin lagi terjadi sesuatu yang berbahaya. Jika copet tadi berani lagi menjalankan aksinya untuk ketiga kalinya, saya gak takut untuk menegur mereka dan melaporkan ke poisi.
Ternyata, tidak hanya Jakarta saja dimana copet dan pencurian merajalela, baik di Bandung maupun tempat lainnya kurasa copet ada. Mereka menggunakan segala cara untuk mendapatkan 'hasil emasnya' yang mereka inginkan. Mulai dari sandiwara sampai hipnotis pun dilakukannya. Tak mengenal waktu dan tempat, kesempatan dan situasi, dengan modal nekad, mereka berani menjalankan aksinya.
Ini adalah pelajaran bagiku untuk selalu waspada di setiap tempat dan situasi. Ternyata pikiran 'negatif' tidaklah selalu salah, Dari pikiran negatif tadi, saya bisa meningkatkan kewaspadaan untuk bergerak ke depan dengan lebih baik. Jika saja tidak ada kewaspadaan tadi, saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Sandhi. Karena saya sudah memperingatkan dia untuk hati-hati jika terjadi yang beginian.
Saran saya jika ingin berpergian ke suatu tempat, jangan pernah sendirian. Ini bersembilan saja copetnya masih berani, apalagi cuma berdua ato sendirian.
Lalu, jangan berpenampilan mencolok bahwa kita ini banyak uang, terutama cewek yang selalu jadi sasaran copet. Dan juga kewaspadaan dan kesadaran kita memang harus ada setiap saat. Sepeti yang kita ketahui, aksi hipnotis para copet juga tidak kalah banyaknya di zaman sekarang. Banyak teman-temanku cerita bahwa dia pernah kecopetan dan kena hipnotis dan hilang hp dan dompet mereka, di Bandung ini juga.
So, intinya waspada saja dan selalu sadar tiap saat terhadap SIKON yang ada.
Sekian ^.^
NB : Semoga Sandhi tidak takut lagi untuk berpergian :D
Tuesday, 7 December 2010
My XI IPA 2's Story
Kejadian ini terjadi waktu aku kelas XI IPA 2. Waktu itu siangnya kira-kira jam 2 sore pas pelajaran pak Hermanto, Bahasa Inggris, saya berbuat curang terhadap si bapak dan teman-teman sekelas. Saat pelajaran bahasa inggris, banyak teman-teman yang lain membawa buku Biologi untuk belajar ke dalam lab bahasa, dan saya pun juga membawanya. Karena habis pelajaran pak Hermanto adalah pelajaran Biologi bu Hastuti. Dan di pelajaran biologi nantinya ada ulangan. So kami kebanyakan bawa buku biologi untuk belajar saat di lab bahasa, pelajaran pak Hermanto.
Saat di kelas, memang kebanyakan dari kami tidak memperhatikan pelajaran pak Hermanto dan sibuk menghapal biologi, termasuk saya juga. Pak Hermanto tahu bahwa kami banyak tidak menyimak dan malah belajar biologi. Di penghujung jam kelas pak Hermanto merazia kami siapa saja yang membawa buku biologi ke dalam kelasnya. Serentak kami terkejut, habisnya jika ketahuan ada yang bawa, maka nilai bahasa inggrisnya di buat 0 atau menyerahkan buku biologi tersebut ke bapak dan nantinya akan di laporkan ke bu Hastuti bahwa kami tidak menyimak pelajaran bapak.
Saya pun panik karena saya membawa buku catatan biologi juga. Mulailah pak Hermanto memanggil kami sesuai absen. Ada teman saya yang kedapatan membawa buku biologi dan bukunya disita sama pak Hermanto.
Banyak cara saya pikir gimana supaya bisa keluar dengan selamat tanpa ada nilai 0 atau buku disita. Mau titip teman saya yang udah keluar tidak bisa, pasti nanti ketahuan. Lalu saya kepikiran untuk menyembunyikan buku sementara di lubang meja sebelahku. Kebetulan mejanya bisa dibuka karena rusak. Dan saya pun langsung menyembunyikan 3 bukuku di dalam meja tsb dan giliran saya pun dipanggil.
Pak Hermanto memeriksa setiap selipan buku bahasa Inggris jika ada buku lain selain buku pelajarannya. Pak Hermanto pun bilang bahwa saya "anak baik" karena tidak bawa buku yang lainnya. Serentak kemudian saya keluar dari ruangan dan kembali ke kelas. Sampai di kelas, saya kebinggungan bagaimana mengambil buku biologi saya kembali. Teman saya bilang saya bisa ambil itu buku saat ada pelajaran dia lagi tapi resikonya jika menunggu sampai minggu depan, buku itu bisa ketahuan dan dilaporkan ke pak Hermanto dan saya pun dapat hukuman yang lebih berat.
Dalam keadaan takut dan gelisah, langsung saja saya balik kembali ke lab bahasa untuk diam-diam mengambil buku biologiku kembali tanpa ketahuan. Ternyata, sampai di kelas udah sampai huruf absen T dan sebentar lagi selesai kelasnya. Dengan perasaan takut bercampur berani, saya pun masuk ke dalam lab bahasa dan pergi ke tempat duduk saya. Pak Hermanto untungnya lagi sibuk memerikasa teman saya. Dengan cepat, saya langsung membuka "laci" meja, mengambil 3 buku biologiku kembali dan cepat-cepat keluar ruangan dengan ekspresi pura-pura barusan keluar dari ruangan. Setelah keluar ruangan, saya gembira dan deg-degan karena telah berhasil mengambil kembali buku biologiku dan selamat dari hukuman!
Banyak teman-temanku yang kedapatan membawa buku biologi. Mereka pasrah bukunya disita. Saya merasa bersalah dan berat hati terhadap temanku yang lain. Karena cuma saya yang lolos dari razia pak Hermanto. Kejadian ini cukup sekali saja dan berjanji tidak akan terulang kembali.
Sekian pengalaman saya ^.^
Saat di kelas, memang kebanyakan dari kami tidak memperhatikan pelajaran pak Hermanto dan sibuk menghapal biologi, termasuk saya juga. Pak Hermanto tahu bahwa kami banyak tidak menyimak dan malah belajar biologi. Di penghujung jam kelas pak Hermanto merazia kami siapa saja yang membawa buku biologi ke dalam kelasnya. Serentak kami terkejut, habisnya jika ketahuan ada yang bawa, maka nilai bahasa inggrisnya di buat 0 atau menyerahkan buku biologi tersebut ke bapak dan nantinya akan di laporkan ke bu Hastuti bahwa kami tidak menyimak pelajaran bapak.
Saya pun panik karena saya membawa buku catatan biologi juga. Mulailah pak Hermanto memanggil kami sesuai absen. Ada teman saya yang kedapatan membawa buku biologi dan bukunya disita sama pak Hermanto.
Banyak cara saya pikir gimana supaya bisa keluar dengan selamat tanpa ada nilai 0 atau buku disita. Mau titip teman saya yang udah keluar tidak bisa, pasti nanti ketahuan. Lalu saya kepikiran untuk menyembunyikan buku sementara di lubang meja sebelahku. Kebetulan mejanya bisa dibuka karena rusak. Dan saya pun langsung menyembunyikan 3 bukuku di dalam meja tsb dan giliran saya pun dipanggil.
Pak Hermanto memeriksa setiap selipan buku bahasa Inggris jika ada buku lain selain buku pelajarannya. Pak Hermanto pun bilang bahwa saya "anak baik" karena tidak bawa buku yang lainnya. Serentak kemudian saya keluar dari ruangan dan kembali ke kelas. Sampai di kelas, saya kebinggungan bagaimana mengambil buku biologi saya kembali. Teman saya bilang saya bisa ambil itu buku saat ada pelajaran dia lagi tapi resikonya jika menunggu sampai minggu depan, buku itu bisa ketahuan dan dilaporkan ke pak Hermanto dan saya pun dapat hukuman yang lebih berat.
Dalam keadaan takut dan gelisah, langsung saja saya balik kembali ke lab bahasa untuk diam-diam mengambil buku biologiku kembali tanpa ketahuan. Ternyata, sampai di kelas udah sampai huruf absen T dan sebentar lagi selesai kelasnya. Dengan perasaan takut bercampur berani, saya pun masuk ke dalam lab bahasa dan pergi ke tempat duduk saya. Pak Hermanto untungnya lagi sibuk memerikasa teman saya. Dengan cepat, saya langsung membuka "laci" meja, mengambil 3 buku biologiku kembali dan cepat-cepat keluar ruangan dengan ekspresi pura-pura barusan keluar dari ruangan. Setelah keluar ruangan, saya gembira dan deg-degan karena telah berhasil mengambil kembali buku biologiku dan selamat dari hukuman!
Banyak teman-temanku yang kedapatan membawa buku biologi. Mereka pasrah bukunya disita. Saya merasa bersalah dan berat hati terhadap temanku yang lain. Karena cuma saya yang lolos dari razia pak Hermanto. Kejadian ini cukup sekali saja dan berjanji tidak akan terulang kembali.
Sekian pengalaman saya ^.^
Thursday, 14 October 2010
Indonesia - Sunda
INDONESIA - SUNDA
A
Abu = Kekebul
Abu Rokok = Calacah
Ada = Aya
Adalah = Nyaeta
Adik = Rai, Adi, Pun Adi
Air = Cai
Ajar = Wuruk, Atik ; Belajar = Diajar ; Ajaran = Wurukan, Atikan
Akan = Bade, Arek
Akan = Bakal
Alis = Halis
Alis = Halis = Kening
Anak = Budak, Murangkalih
Anak Adik = Suan
Anak Kakak = Alo
Anak Kecil = Budak Leutik, Murangkalih
Aneh = Aheng
Angsa = Soang
An-jing = Gogog
Apa = Naon ; Mau Apa = Bade Naon, Erek Naon
Api = Seuneu
Asam = Haseum, Asem (Benda)
Asin = Asin
Asin Sekali = Molelel
Atas = Luhur
Ayam = Hayam
B
Ba-bi hutan = Bagong
Badan = Awak, Waragad
Bagian = Bagean
Bagus = Sae, Alus
Bahagia = bagja
Bahu = Taraju, Pundak, Taktak
Baju = Raksukan, Anggoan, Acuk
Ballpoin = Pulpen
Bambu = Awi/Haur
Bangun Tidur = Gugah, Hudang (bahasa kasar)
Bantu = Bantos ; Bantuan = Bantosan ; Membantu = Ngabantos, Ngabantuan
Bapak = Pun Bapa, Tuang Rama
Baru = anyar
Barusan = Nembe, Bieu, Karek Bieu
Batas = Wates
Batu = Batu
Batu Kapur = Apu
Bawah = Handap
Bayangan = Sawangan
Bayang-bayang = Kalangkang
Bayi = Orok
Bebek = Entog
Begitukah = Baruk
Bekas = Tilas, Urut
Belakang = Pengker, Tukang
Belalang = Simeut
Belalang Sembah = Congcorang
Benar = Leres, Bener
Beol = E'e', Miceun, Modol
Berangkat = Mios, Angkat, Indit
Berapa = Sabaraha
Berapi-api = Nyeuneu
Berasal dari mana = Kawit timana / kawit timanten
Berbinar-binar (mata) = Cureuleuk
Berdasarkan = Dumasar
Bergembira = galumbira
Bergoyang = Ngageol, Ngagitek
Berkaitan = Patali
Berkelahi = Gelut
Berkilau = Mencrang
Besar = Ageung, Gede, Badag
Besi = Beusi
Besok = Enjing, Isuk
Besok Lusa = Pageto
Betet = Ekek
Betis = Bitis, Wetis
Bibir = Lambey, Biwir
Bidang = Widang
Bilangan = Wilangan
Bintang = Bentang
Biru = Bulao
Bisa = Tiasa
Bisa kenalan gak = Tiasa wanoh teu
Bodoh = Bodo, Boloho
Bra = Kutang, Beha
Buka = Muka
Bukan = Sanes, Lain
Bukit = Gugunungan
Bulan = Sasih (Almanak), Bulan
Bulan Sabit = Bulan Sapasi
Bumi = Dunya
Burung = Manuk
Burung Hantu = Bueuk
C
Cabang = Cagak
Cabe = Cabe
Capung = Papatong
Cari = Teang, Pilari, Neang ; Mencari = Milari, Neangan
Celana = Lancingan, Calana
Celurit = Arit
Cicak = Cak cak
Coba = Cobi ; Mencoba = Nyobian, Nyobaan, Ngajaran
Cobek = Coet
Cubit = Ciwit
Cuci = Wasuh, Ngumbah
Cuci Baju = Nyeuseuh
Cuci Piring = Kukumbah Piring
Cukup = Cekap
Cuma/Saja = Mung, Ngan
D
Dada = Dada, Payun
Dagu = Gado, Angkeut
Dahaga = hanaang
Dahi = Taar, Tarang
Danau = Situ
Dari = Ti
Dari Tadi = Titadi
Darimana = Kawit, Timanten
Datang = Dongkap, Sumping, Mulang, Balik (bahasa kasar)
Dekat = Caket, Deukeut
Delapan = Dalapan
Dengan = Sareng, Eujeung
Depan = Payun, Hareup
Desa = Lembur
Dia = Manehna
Dikesampingkan = Disingkahkeun
Dingin = Tiis (benda), Tiris (suhu)
Dompet = Loket
Dua = Dua
Dua Belas = Dua Belas
Dua Puluh Lima = Salawe
Duda = Duda
Dulu = Heubeul ; Dahulu = Baheula
Dunia = Dunya
E
Elang = Heulang
Elus = Usap
Empat = Opat
Enam = Genep
G
Gabung = Rampak
Gadis = Parawan
Garam = Uyah
Garuda = Dadali
Garuk = Garo
Gatal = Ateul
Geli = Getek
Gelitik = Eleketek
Gembira = Gumbira
Gemuk = Bayuhyuh
Gerah = Hareudang, Kareunang
Gergaji = Ragaji
Gerobak = Gorobak
Gigi = Waos, Huntu
Gila = Gelo, Teu Eucreug
Golok = Bedog
Gula = Gula
H
Habis = Seep, Beak ; Menghabiskan = Nyeepkeun, Meakeun
Hangat = Haneut
Hari = Dinten, Poe
Harimau = Maung
Hebat = Edun
Hewan = Sasatoan
Hidung = Pangambung, Irung
Hijau = Hejo
Hisap = Seuseup
Hitam = Hideung
Hitam Legam = Hideung Lestreng
Huruf = Aksara
Hutan = Leuweung
Hutan Gundul = Leuweung Carengcang
Hutan Rimba = Leuweung Geledegan
I
Ibu = Pun Biang, Indung
Ibu Jari = Jempol
Ijin = Widi ; Diijinkan = Diwidian
Ikan = Lauk
Ilmu = Elmu
Ingat = emut/inget
Ingin = Hoyong, Palay, Hayang
Ingkar Janji = Jangji Sulaya
Istri = Garwa,Pun Bojo, Pamajikan
Itik = Meri
Itu-itu juga = Eta-eta keneh
Iya = Muhun, Sumuhun
J
Jadi = Janten ; Sedang Terjadi = Lumangsung
Jahil = Jail
Jahit = Kaput ; Menjahit = Ngaput
Jalan (benda) = Galur
Jalan (kerja) = Papah, Leumpang
Jam Berapa = Tabuh Sabaraha
Jam berapa sekarang = Tabuh sabaraha ayeuna
Janda = Randa
Janda Kembang = Randa Bengsrat
Janji = Jangji
Jari = Ramo
Jari Manis = Jarhiji
Jari Telunjuk = Curuk
Jari Tengan = Panengah
Jauh = Tebih
Jelas = Eces ; Menjelaskan = Ngaceskeun
Jelek = Awon, Butut
Jemari = Ramo, Reuma
Jendela = Jandela
Jengkel = Keuheul
Jepit = Capit
Jidat = Tarang, Taar
Jijik = Geuleuh
Jilat = Letak, Lamot
Jitak = Teke
Jurang = Gawir
K
Kabarnya gimana baik = Kumaha damang
Kaget = Soak, Reuwas
Kain = Layon, Kaen
Kakak = Raka, Lanceuk, Pun Lanceuk
Kakak Ipar = Dahuan
Kakek = Aki
Kaki = Sampean, Suku
Kalah = Kawon, Eleh, Keok
Kalian = Aranjeun, Maraneh
Kambing = Embe
Kami/Kita = Urang
Kamu = Anjeun, Hidep, Maneh (bahasa kasar)
Kanan = Katuhu
Kandang = Kurung
Kapan = Iraha
Karet Penghapus = Panghapus
Kasian = Karunya, Deudeuh
Katak/Kodok = Bangkong
Kawin = Nikah
Kayak/Seperti = Siga
Kayaknya = Sigana
Kayu = Kai
Kebahagiaan = kabagjaan
Kecil = Alit, Leutik
Kecoa = Cucunguk
Kelakar = Ngabodor
Kelingking = Cingir
Keluarga = Kulawarga
Kemarin = Kamari
Kemarin Lusa = Mangkukna
Kemauan = Kahoyong, Kahayang
Kenyak = Wareg
Kepala = Mastaka, Hulu, Sirah
Keras = Teuas ; Mengeras = Ngabagel, Neuasan
Kerbau = Munding
Keringat = Kesang
Kerja = Damel, Gawe ; Pekerjaan = Padamelan, Pagawean
Kertas = Keretas
Kesana = Kaditu
Kesini = Kadieu
Ketek = Kelek, Ingkab
Ketel = Katel
Ketika/Saat = Basa, Waktos
Kira-kira = Kinten-kinten
Kiri = Kenca
Kolam Ikan = Balong
Kolam Lumpur = Leuwi
Kota = Dayeuh
Kota Pinggiran = Pasisian
Kucing = Ucing
Kuku = Kuku, Tanggay
Kumis = Kumis, Rumbah
Kuning = Koneng
Kunyit = Koneng
Kupu kupu = Kukupu
Kura-kura = Kuya
Kurang = Kirang
Kursi = Korsi
Kurus = Peot
Kutilang = Cangkurileung
Kutu busuk = Tumbila
L
Lagu = Tembang, Kawih, Langgam
Lain = Sanes, Sejen
Lainnya = Sejena
Lalat = Laleur
Lama = Heubeul (barang), Lami, Lila
Lapang = Tegal
Lapangan = Tegalan
Lapar = lapar
Lari = Lumpat
Layang-layang = Langlayangan
Lebih = Langkung, Leuwih ; Melebihi = Alabatan
Leher = Tengek, Beuheung
Lemah = Leuleus
Lemari = Lomari, Almari
Lempar = Baledog
Lidah = Letah
Lihat = Ningal , Tempo ; Kelihatan = Katembong
Lima = Lima
Luas = Lega
Lucu = Pikaseuriuen
Lumpur = Leutak
Lupa = Hilap
Lutut = Tuur
Lutut = Tuur = Dengkul
M
Maaf = Hapunten, Hampura
Main = Ameng, Ulin
Makan = Tuang (untuk orang lain) , Neda (untuk diri sendiri), Dahar (bahasa kasar)
Malam = Wengi / Peuting
Malas = Hoream
Mancung = Bangir
Mandi = Ibak, Mandi
Manis = Amis
Manis Sekali = Kareueut
Masa = Maenya, Piraku
Masalah = Perkawis, Mas alah
Masih ada = Aya Keneh
Mata = Soca, Panon
Mata Hari = Panon Poe
Mata kaki = Mumuncangan
Mau = Hoyong, Kersa
Mau makan dengan saya = Kersa tuang sareng abdi
Mau Menanyakan = Bade tumaros
Melamun = Ngimpleng, Ngalamun
Melarang = Nyaram, Nyarek
Membangun = Ngawangun
Membuka Rahasiah = Ngabolekerkeun
Memutuskan = Mutuskeun
Menakut-nakuti = Nyingsieunan
Menang = Kenging, Meunang
Menantu = Minantu
Menanyakan = Naroskeun, Tumaros
Mencair = Le eh
Mengenai = Ngenaan
Mengenang = Mieling
Menggaruk = Gagaro, Ngagaro
Menggigil = Ngadegdeg, Ngahodhod
Menginap = Mondok
Mengingat = ngemut
Menjawab = Ngawaler
Menunggu = Ngantosan, Ngadagoan
Menyaksikan = Nyiksenan
Menyerupai = Mangrupakeun
Menyesal = Kaduhung
Merah = Beureum
Merasa = Rumaos, Ngarasa
Merasa = Rumaos, Ngarasa
Merayakan = Ngareah-reuah
Mereka = Maranehna
Merem = Peureum
Merinding = Muringkak
Merpati = Japati
Mertua = Mitoha
Merupakan = Mangrupa
Minum = Eueut, Nginum
Mo-nyet = Wanara
Muda = Anom, Ngora
Mudah = Gampil, Babari, Enteng, Gampang
Mungkin = Panginten, Meureun
N
Naik = Naek ; Menaiki = Nerekel
Nama = Nami, Wasta, Ngaran
Namanya Siapa = Namina Saha
Nangis = Ceurik
Narik = Metot
Nenek = Nini
Ngantuk = Tunduh
Ngilu = Linu
Ngomong = Nyarios
Nyala = Hurung
Nyamuk = Reungit
Nyanyi = Ngalanggam, Ngawih
Nyapu = Sasapu
P
Padam = Pareum
Pagi = Enjing-enjing, Isuk-isuk
Pagi Buta = Janari
Paha = Pingping
Panas = Panas
Panjang = Panjang
Pantat = Imbit, Bujur
Parit = Solokan
Pasir = Keusik
Payudara = Susu, Pinarep
Pelangi = Layung
Peluk = Keukeup ; Dipeluk = Dikeukeupan
Pematang Sawah = Galengan
Pemerintah = Pamarentah
Pemukul = Paneunggeul
Pendek = Beke, Pendek ( Ukuran tubuh )
Pendek = Pondok
Pengantin = Panganten
Penitih = Panitik
Pensil = Patlot
Penyakit = panyawat
Pepohonan = Tatangkalan
Peralatan = Parabot
Perasaan = Raraosan
Pergi = Angkat, Mios, Indit
Perjaka = Bujangan
Perkenalkan = Nepangkeun
Permisi = Punten
Perut = Patuangan, Beuteung
Pesek = Pegek
Piknik = Pelesir
Pinggang = Cangkeng, Angkeng
Pinggiran Rumah = Pipir
Pintar = Pinter
Pintu = Panto
Pipi = Damis, Pipi
Pipit = Piit
Pisau = Peso
Plastik = Palastik
Pohon = Tangkal
Polisi = Pulisi
Pria = Pameget, Lalaki
Pukul = Teunggeul
Pulang = Mulih, Uih, Balik
Punggung = Tonggong
Pusat = Puseur
Putih = Bodas
R
Rambut = Buuk
Rangkul = Tangkeup
Rawa = Ranca
Rawit = Cengek
Remaja = Wanoja, Rumaja
Rias = Dandan
Ribut = Pasea
Rindang = Hieum
Ruangan = Rohangan
Rumah = Rorompok, Bumi, Imah
Ruwet = Rungsing
S
Sahabat = Sobat
Sahabat Dekat = Sobat Dalit
Sakit = nyeri, Kasakit ; Penyakit = Panyakit
Salah = Lepat, Teu Leres
Sama = Sami, Sarua ; Sesama = Papada
Sambal = Sambel
Sambat = Nyambat
Sambit = Sabet, Kadek
Sampah = Runtah
Sana = Ditu ; Sebelah Sana = Palih Ditu
Sandal = Sendal
Sandal Jepit = Sendal Capit
Sandar ber-hak = Kelom
Sapu Ijuk = Sapu Injuk
Sapu Lidi = Nyere
Saring = Ayak
Saringan = Ayakan
Satu = Hiji
Satu Juta = Sajuta
Satu Ribu = Sarebu
Saudara = Baraya, Dulur
Saya = Abdi, Kuring, Urang, Uing, Aing
Sayang = nyaah
Sayap = Jangjang
Sebagian = Sapalih, Sawareh
Sebaliknya = Sabalikna
Sebelah = Sapalih, Sabeulah
Sebelahan = Gigireun
Sebelas = Sabelas, sawelas
Sebut = Nyebat ;Menyebutkeun = Nyebatkeun
Sedang = Nuju
Sedang sakit = udur
Sedih = tunggara
Sehat = Walagri
Sekarang = Ayeuna
Selangkangan = Palangkakan
Selokan/Parit = Solokan
Semacam = Sarupaning
Semangat = Sumanget
Sembilan = Salapan
Sempit = Heureut
Semua = Sadaya, Kabeh
Semut = Sireum
Senang = bungah
Sepatu = Sapatu
Sepuluh = Sepuluh
Sepuluh Ribu = Sapuluh Rebu
Serak (suara) = Peura
Seratus = Saratu
Seratus Ribu = Saratus Rebu
Seribu = Sarebu
Siang = Siang, Beurang
Siapa = Saha
Silakan = Mangga
Silau = Serab
Singlet = Kaos Sangsang
Sini = Dieu ; Sebelah Sini = Palih Dieu
Sisa = Sesa ; Menyisakan = Nyesakeun
Sisi = Gigir
Sobek = Soweh, Sowek
Sore = Sonten
Suami = Caroge, Salaki
Sudah = Parantos, Atos, Enggeus
Sudah Lama tinggal di sini = Tos lami linggih di dieu
Sudah makan belom = Tos tuang teu acan
Sungai = Susukan
Susah = Sesah, Hese
T
Tadi = Tadi
Tahi Lalat = Karang
Takut = Sieun
Tampar = Cabok, Gampleng, Tampiling
Tanah = Taneuh
Tanah Lapang = Tegalan
Tanda = Tanda ; Menandakan = Nandakeun
Tangan = Panangan, Leungeun
Tangga Bambu = Taraje
Tapian = Nyiru
Tau = Terang, Uninga, Nyaho
Tegel = Tehel
Teguh = Panceg
Telapak Tangan = Dampal Leungeun
Telat = Laat
Telinga = Cepil, Ceuli
Teman = Rerencangan, Babaturan
Temu = Pendak, manggih ; Ketemu = Kapendak, Kapanggih
Tentang = Perkawis
Teras = Tepas
Terbaha-bahak = Nyakakak, Ngabarakatak
Terbaik = Nyongcolang
Tergoda = Kagoda
Teringat-ingat = Kasuat-suat
Terkam = Kerekeb, Gabrug
Terkena Petir = Kabentar Gelap
Termasuk = Kalebet, Kaasup
Tersengat Listrik = Kasetrum
Tersenyum = Imut
Tersesat = Kasasab
Tertawa = Seuri
Tiang = Tihang
Tidak = Henteu
Tidak Akan = Moal
Tidak Mau = Alim, Teu Hoyong, Embung
Tidak Tau = Duka, Teu Terang, Teuing
Tidur = Kulem, Bobo, Sare (bahasa kasar)
Tiga = Tilu
Tikus = Beurit
Tinggal dimana = Linggih dimana
Tinggalnya dimana = Linggih Timanten
Tinggi (Tempat ) = Luhur
Tinggi (Ukuran Tubuh) = Jangkung
Tiri = Tere
Tolong = Bantos, Tulung ; Pertolongan = Bantosan, Pitulung
Topi = Kerepus, Topi
Tua = Sepuh, Kolot
Tujuh = Tujuh
U
Tusuk = Tojos
Uang = Artos, Duit
Uang Logam = Receh, Kencring
Uban = Huis, Salatu
Udel = Bujal
Ular = Oray
Ulat = Hileud
Ulekan = Mutu
Untuk (Kegunaan) = Paranti
Untuk = Pikeun, Kanggo, Jang
Urakan/Norak = Kampungan
Usia = Yuswa, Umur
W
Wajah = Raray, Beungeut
Wanita = Mojang, Istri, Awewe
Waria = Banci, Bencong
Warna = Kelir
Y
Ya = Muhun, Heueuh
Yang = Anu
Yang Dipakai = Anu Dianggo, Nu Dipake
A
Abu = Kekebul
Abu Rokok = Calacah
Ada = Aya
Adalah = Nyaeta
Adik = Rai, Adi, Pun Adi
Air = Cai
Ajar = Wuruk, Atik ; Belajar = Diajar ; Ajaran = Wurukan, Atikan
Akan = Bade, Arek
Akan = Bakal
Alis = Halis
Alis = Halis = Kening
Anak = Budak, Murangkalih
Anak Adik = Suan
Anak Kakak = Alo
Anak Kecil = Budak Leutik, Murangkalih
Aneh = Aheng
Angsa = Soang
An-jing = Gogog
Apa = Naon ; Mau Apa = Bade Naon, Erek Naon
Api = Seuneu
Asam = Haseum, Asem (Benda)
Asin = Asin
Asin Sekali = Molelel
Atas = Luhur
Ayam = Hayam
B
Ba-bi hutan = Bagong
Badan = Awak, Waragad
Bagian = Bagean
Bagus = Sae, Alus
Bahagia = bagja
Bahu = Taraju, Pundak, Taktak
Baju = Raksukan, Anggoan, Acuk
Ballpoin = Pulpen
Bambu = Awi/Haur
Bangun Tidur = Gugah, Hudang (bahasa kasar)
Bantu = Bantos ; Bantuan = Bantosan ; Membantu = Ngabantos, Ngabantuan
Bapak = Pun Bapa, Tuang Rama
Baru = anyar
Barusan = Nembe, Bieu, Karek Bieu
Batas = Wates
Batu = Batu
Batu Kapur = Apu
Bawah = Handap
Bayangan = Sawangan
Bayang-bayang = Kalangkang
Bayi = Orok
Bebek = Entog
Begitukah = Baruk
Bekas = Tilas, Urut
Belakang = Pengker, Tukang
Belalang = Simeut
Belalang Sembah = Congcorang
Benar = Leres, Bener
Beol = E'e', Miceun, Modol
Berangkat = Mios, Angkat, Indit
Berapa = Sabaraha
Berapi-api = Nyeuneu
Berasal dari mana = Kawit timana / kawit timanten
Berbinar-binar (mata) = Cureuleuk
Berdasarkan = Dumasar
Bergembira = galumbira
Bergoyang = Ngageol, Ngagitek
Berkaitan = Patali
Berkelahi = Gelut
Berkilau = Mencrang
Besar = Ageung, Gede, Badag
Besi = Beusi
Besok = Enjing, Isuk
Besok Lusa = Pageto
Betet = Ekek
Betis = Bitis, Wetis
Bibir = Lambey, Biwir
Bidang = Widang
Bilangan = Wilangan
Bintang = Bentang
Biru = Bulao
Bisa = Tiasa
Bisa kenalan gak = Tiasa wanoh teu
Bodoh = Bodo, Boloho
Bra = Kutang, Beha
Buka = Muka
Bukan = Sanes, Lain
Bukit = Gugunungan
Bulan = Sasih (Almanak), Bulan
Bulan Sabit = Bulan Sapasi
Bumi = Dunya
Burung = Manuk
Burung Hantu = Bueuk
C
Cabang = Cagak
Cabe = Cabe
Capung = Papatong
Cari = Teang, Pilari, Neang ; Mencari = Milari, Neangan
Celana = Lancingan, Calana
Celurit = Arit
Cicak = Cak cak
Coba = Cobi ; Mencoba = Nyobian, Nyobaan, Ngajaran
Cobek = Coet
Cubit = Ciwit
Cuci = Wasuh, Ngumbah
Cuci Baju = Nyeuseuh
Cuci Piring = Kukumbah Piring
Cukup = Cekap
Cuma/Saja = Mung, Ngan
D
Dada = Dada, Payun
Dagu = Gado, Angkeut
Dahaga = hanaang
Dahi = Taar, Tarang
Danau = Situ
Dari = Ti
Dari Tadi = Titadi
Darimana = Kawit, Timanten
Datang = Dongkap, Sumping, Mulang, Balik (bahasa kasar)
Dekat = Caket, Deukeut
Delapan = Dalapan
Dengan = Sareng, Eujeung
Depan = Payun, Hareup
Desa = Lembur
Dia = Manehna
Dikesampingkan = Disingkahkeun
Dingin = Tiis (benda), Tiris (suhu)
Dompet = Loket
Dua = Dua
Dua Belas = Dua Belas
Dua Puluh Lima = Salawe
Duda = Duda
Dulu = Heubeul ; Dahulu = Baheula
Dunia = Dunya
E
Elang = Heulang
Elus = Usap
Empat = Opat
Enam = Genep
G
Gabung = Rampak
Gadis = Parawan
Garam = Uyah
Garuda = Dadali
Garuk = Garo
Gatal = Ateul
Geli = Getek
Gelitik = Eleketek
Gembira = Gumbira
Gemuk = Bayuhyuh
Gerah = Hareudang, Kareunang
Gergaji = Ragaji
Gerobak = Gorobak
Gigi = Waos, Huntu
Gila = Gelo, Teu Eucreug
Golok = Bedog
Gula = Gula
H
Habis = Seep, Beak ; Menghabiskan = Nyeepkeun, Meakeun
Hangat = Haneut
Hari = Dinten, Poe
Harimau = Maung
Hebat = Edun
Hewan = Sasatoan
Hidung = Pangambung, Irung
Hijau = Hejo
Hisap = Seuseup
Hitam = Hideung
Hitam Legam = Hideung Lestreng
Huruf = Aksara
Hutan = Leuweung
Hutan Gundul = Leuweung Carengcang
Hutan Rimba = Leuweung Geledegan
I
Ibu = Pun Biang, Indung
Ibu Jari = Jempol
Ijin = Widi ; Diijinkan = Diwidian
Ikan = Lauk
Ilmu = Elmu
Ingat = emut/inget
Ingin = Hoyong, Palay, Hayang
Ingkar Janji = Jangji Sulaya
Istri = Garwa,Pun Bojo, Pamajikan
Itik = Meri
Itu-itu juga = Eta-eta keneh
Iya = Muhun, Sumuhun
J
Jadi = Janten ; Sedang Terjadi = Lumangsung
Jahil = Jail
Jahit = Kaput ; Menjahit = Ngaput
Jalan (benda) = Galur
Jalan (kerja) = Papah, Leumpang
Jam Berapa = Tabuh Sabaraha
Jam berapa sekarang = Tabuh sabaraha ayeuna
Janda = Randa
Janda Kembang = Randa Bengsrat
Janji = Jangji
Jari = Ramo
Jari Manis = Jarhiji
Jari Telunjuk = Curuk
Jari Tengan = Panengah
Jauh = Tebih
Jelas = Eces ; Menjelaskan = Ngaceskeun
Jelek = Awon, Butut
Jemari = Ramo, Reuma
Jendela = Jandela
Jengkel = Keuheul
Jepit = Capit
Jidat = Tarang, Taar
Jijik = Geuleuh
Jilat = Letak, Lamot
Jitak = Teke
Jurang = Gawir
K
Kabarnya gimana baik = Kumaha damang
Kaget = Soak, Reuwas
Kain = Layon, Kaen
Kakak = Raka, Lanceuk, Pun Lanceuk
Kakak Ipar = Dahuan
Kakek = Aki
Kaki = Sampean, Suku
Kalah = Kawon, Eleh, Keok
Kalian = Aranjeun, Maraneh
Kambing = Embe
Kami/Kita = Urang
Kamu = Anjeun, Hidep, Maneh (bahasa kasar)
Kanan = Katuhu
Kandang = Kurung
Kapan = Iraha
Karet Penghapus = Panghapus
Kasian = Karunya, Deudeuh
Katak/Kodok = Bangkong
Kawin = Nikah
Kayak/Seperti = Siga
Kayaknya = Sigana
Kayu = Kai
Kebahagiaan = kabagjaan
Kecil = Alit, Leutik
Kecoa = Cucunguk
Kelakar = Ngabodor
Kelingking = Cingir
Keluarga = Kulawarga
Kemarin = Kamari
Kemarin Lusa = Mangkukna
Kemauan = Kahoyong, Kahayang
Kenyak = Wareg
Kepala = Mastaka, Hulu, Sirah
Keras = Teuas ; Mengeras = Ngabagel, Neuasan
Kerbau = Munding
Keringat = Kesang
Kerja = Damel, Gawe ; Pekerjaan = Padamelan, Pagawean
Kertas = Keretas
Kesana = Kaditu
Kesini = Kadieu
Ketek = Kelek, Ingkab
Ketel = Katel
Ketika/Saat = Basa, Waktos
Kira-kira = Kinten-kinten
Kiri = Kenca
Kolam Ikan = Balong
Kolam Lumpur = Leuwi
Kota = Dayeuh
Kota Pinggiran = Pasisian
Kucing = Ucing
Kuku = Kuku, Tanggay
Kumis = Kumis, Rumbah
Kuning = Koneng
Kunyit = Koneng
Kupu kupu = Kukupu
Kura-kura = Kuya
Kurang = Kirang
Kursi = Korsi
Kurus = Peot
Kutilang = Cangkurileung
Kutu busuk = Tumbila
L
Lagu = Tembang, Kawih, Langgam
Lain = Sanes, Sejen
Lainnya = Sejena
Lalat = Laleur
Lama = Heubeul (barang), Lami, Lila
Lapang = Tegal
Lapangan = Tegalan
Lapar = lapar
Lari = Lumpat
Layang-layang = Langlayangan
Lebih = Langkung, Leuwih ; Melebihi = Alabatan
Leher = Tengek, Beuheung
Lemah = Leuleus
Lemari = Lomari, Almari
Lempar = Baledog
Lidah = Letah
Lihat = Ningal , Tempo ; Kelihatan = Katembong
Lima = Lima
Luas = Lega
Lucu = Pikaseuriuen
Lumpur = Leutak
Lupa = Hilap
Lutut = Tuur
Lutut = Tuur = Dengkul
M
Maaf = Hapunten, Hampura
Main = Ameng, Ulin
Makan = Tuang (untuk orang lain) , Neda (untuk diri sendiri), Dahar (bahasa kasar)
Malam = Wengi / Peuting
Malas = Hoream
Mancung = Bangir
Mandi = Ibak, Mandi
Manis = Amis
Manis Sekali = Kareueut
Masa = Maenya, Piraku
Masalah = Perkawis, Mas alah
Masih ada = Aya Keneh
Mata = Soca, Panon
Mata Hari = Panon Poe
Mata kaki = Mumuncangan
Mau = Hoyong, Kersa
Mau makan dengan saya = Kersa tuang sareng abdi
Mau Menanyakan = Bade tumaros
Melamun = Ngimpleng, Ngalamun
Melarang = Nyaram, Nyarek
Membangun = Ngawangun
Membuka Rahasiah = Ngabolekerkeun
Memutuskan = Mutuskeun
Menakut-nakuti = Nyingsieunan
Menang = Kenging, Meunang
Menantu = Minantu
Menanyakan = Naroskeun, Tumaros
Mencair = Le eh
Mengenai = Ngenaan
Mengenang = Mieling
Menggaruk = Gagaro, Ngagaro
Menggigil = Ngadegdeg, Ngahodhod
Menginap = Mondok
Mengingat = ngemut
Menjawab = Ngawaler
Menunggu = Ngantosan, Ngadagoan
Menyaksikan = Nyiksenan
Menyerupai = Mangrupakeun
Menyesal = Kaduhung
Merah = Beureum
Merasa = Rumaos, Ngarasa
Merasa = Rumaos, Ngarasa
Merayakan = Ngareah-reuah
Mereka = Maranehna
Merem = Peureum
Merinding = Muringkak
Merpati = Japati
Mertua = Mitoha
Merupakan = Mangrupa
Minum = Eueut, Nginum
Mo-nyet = Wanara
Muda = Anom, Ngora
Mudah = Gampil, Babari, Enteng, Gampang
Mungkin = Panginten, Meureun
N
Naik = Naek ; Menaiki = Nerekel
Nama = Nami, Wasta, Ngaran
Namanya Siapa = Namina Saha
Nangis = Ceurik
Narik = Metot
Nenek = Nini
Ngantuk = Tunduh
Ngilu = Linu
Ngomong = Nyarios
Nyala = Hurung
Nyamuk = Reungit
Nyanyi = Ngalanggam, Ngawih
Nyapu = Sasapu
P
Padam = Pareum
Pagi = Enjing-enjing, Isuk-isuk
Pagi Buta = Janari
Paha = Pingping
Panas = Panas
Panjang = Panjang
Pantat = Imbit, Bujur
Parit = Solokan
Pasir = Keusik
Payudara = Susu, Pinarep
Pelangi = Layung
Peluk = Keukeup ; Dipeluk = Dikeukeupan
Pematang Sawah = Galengan
Pemerintah = Pamarentah
Pemukul = Paneunggeul
Pendek = Beke, Pendek ( Ukuran tubuh )
Pendek = Pondok
Pengantin = Panganten
Penitih = Panitik
Pensil = Patlot
Penyakit = panyawat
Pepohonan = Tatangkalan
Peralatan = Parabot
Perasaan = Raraosan
Pergi = Angkat, Mios, Indit
Perjaka = Bujangan
Perkenalkan = Nepangkeun
Permisi = Punten
Perut = Patuangan, Beuteung
Pesek = Pegek
Piknik = Pelesir
Pinggang = Cangkeng, Angkeng
Pinggiran Rumah = Pipir
Pintar = Pinter
Pintu = Panto
Pipi = Damis, Pipi
Pipit = Piit
Pisau = Peso
Plastik = Palastik
Pohon = Tangkal
Polisi = Pulisi
Pria = Pameget, Lalaki
Pukul = Teunggeul
Pulang = Mulih, Uih, Balik
Punggung = Tonggong
Pusat = Puseur
Putih = Bodas
R
Rambut = Buuk
Rangkul = Tangkeup
Rawa = Ranca
Rawit = Cengek
Remaja = Wanoja, Rumaja
Rias = Dandan
Ribut = Pasea
Rindang = Hieum
Ruangan = Rohangan
Rumah = Rorompok, Bumi, Imah
Ruwet = Rungsing
S
Sahabat = Sobat
Sahabat Dekat = Sobat Dalit
Sakit = nyeri, Kasakit ; Penyakit = Panyakit
Salah = Lepat, Teu Leres
Sama = Sami, Sarua ; Sesama = Papada
Sambal = Sambel
Sambat = Nyambat
Sambit = Sabet, Kadek
Sampah = Runtah
Sana = Ditu ; Sebelah Sana = Palih Ditu
Sandal = Sendal
Sandal Jepit = Sendal Capit
Sandar ber-hak = Kelom
Sapu Ijuk = Sapu Injuk
Sapu Lidi = Nyere
Saring = Ayak
Saringan = Ayakan
Satu = Hiji
Satu Juta = Sajuta
Satu Ribu = Sarebu
Saudara = Baraya, Dulur
Saya = Abdi, Kuring, Urang, Uing, Aing
Sayang = nyaah
Sayap = Jangjang
Sebagian = Sapalih, Sawareh
Sebaliknya = Sabalikna
Sebelah = Sapalih, Sabeulah
Sebelahan = Gigireun
Sebelas = Sabelas, sawelas
Sebut = Nyebat ;Menyebutkeun = Nyebatkeun
Sedang = Nuju
Sedang sakit = udur
Sedih = tunggara
Sehat = Walagri
Sekarang = Ayeuna
Selangkangan = Palangkakan
Selokan/Parit = Solokan
Semacam = Sarupaning
Semangat = Sumanget
Sembilan = Salapan
Sempit = Heureut
Semua = Sadaya, Kabeh
Semut = Sireum
Senang = bungah
Sepatu = Sapatu
Sepuluh = Sepuluh
Sepuluh Ribu = Sapuluh Rebu
Serak (suara) = Peura
Seratus = Saratu
Seratus Ribu = Saratus Rebu
Seribu = Sarebu
Siang = Siang, Beurang
Siapa = Saha
Silakan = Mangga
Silau = Serab
Singlet = Kaos Sangsang
Sini = Dieu ; Sebelah Sini = Palih Dieu
Sisa = Sesa ; Menyisakan = Nyesakeun
Sisi = Gigir
Sobek = Soweh, Sowek
Sore = Sonten
Suami = Caroge, Salaki
Sudah = Parantos, Atos, Enggeus
Sudah Lama tinggal di sini = Tos lami linggih di dieu
Sudah makan belom = Tos tuang teu acan
Sungai = Susukan
Susah = Sesah, Hese
T
Tadi = Tadi
Tahi Lalat = Karang
Takut = Sieun
Tampar = Cabok, Gampleng, Tampiling
Tanah = Taneuh
Tanah Lapang = Tegalan
Tanda = Tanda ; Menandakan = Nandakeun
Tangan = Panangan, Leungeun
Tangga Bambu = Taraje
Tapian = Nyiru
Tau = Terang, Uninga, Nyaho
Tegel = Tehel
Teguh = Panceg
Telapak Tangan = Dampal Leungeun
Telat = Laat
Telinga = Cepil, Ceuli
Teman = Rerencangan, Babaturan
Temu = Pendak, manggih ; Ketemu = Kapendak, Kapanggih
Tentang = Perkawis
Teras = Tepas
Terbaha-bahak = Nyakakak, Ngabarakatak
Terbaik = Nyongcolang
Tergoda = Kagoda
Teringat-ingat = Kasuat-suat
Terkam = Kerekeb, Gabrug
Terkena Petir = Kabentar Gelap
Termasuk = Kalebet, Kaasup
Tersengat Listrik = Kasetrum
Tersenyum = Imut
Tersesat = Kasasab
Tertawa = Seuri
Tiang = Tihang
Tidak = Henteu
Tidak Akan = Moal
Tidak Mau = Alim, Teu Hoyong, Embung
Tidak Tau = Duka, Teu Terang, Teuing
Tidur = Kulem, Bobo, Sare (bahasa kasar)
Tiga = Tilu
Tikus = Beurit
Tinggal dimana = Linggih dimana
Tinggalnya dimana = Linggih Timanten
Tinggi (Tempat ) = Luhur
Tinggi (Ukuran Tubuh) = Jangkung
Tiri = Tere
Tolong = Bantos, Tulung ; Pertolongan = Bantosan, Pitulung
Topi = Kerepus, Topi
Tua = Sepuh, Kolot
Tujuh = Tujuh
U
Tusuk = Tojos
Uang = Artos, Duit
Uang Logam = Receh, Kencring
Uban = Huis, Salatu
Udel = Bujal
Ular = Oray
Ulat = Hileud
Ulekan = Mutu
Untuk (Kegunaan) = Paranti
Untuk = Pikeun, Kanggo, Jang
Urakan/Norak = Kampungan
Usia = Yuswa, Umur
W
Wajah = Raray, Beungeut
Wanita = Mojang, Istri, Awewe
Waria = Banci, Bencong
Warna = Kelir
Y
Ya = Muhun, Heueuh
Yang = Anu
Yang Dipakai = Anu Dianggo, Nu Dipake
Cina Asli, Cina Indo, Bule dan Pribumi (pandangan org indo pribumi).... sorrie,bukan maksud rasis yah.. ^.^v
Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI keturunan Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New York City, pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu berbeda dengan orang pribumi.
Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi semua bangsa juga punya hal yg buruk.
Marilah saya mulai pendapat saya tentang perbandingan antara WNI asli dan keturunan cina :
1. Perbedaan2 nyata Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya, saya melihat banyak sekali perbedaan-bedaan, diantaranya :
A. DUIT
a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apalagi baru gajian.
b) Si Cina, kalau gajian langsung disimpan di bank, kadang-kadang di invest lagi di bank, beli Saham, atau dibungain. Bajunya itu2 saja sampe butut. Saya pernah tanya sama dia, duitnya yg disimpen ke bank bisa sampe 75%-80% dari gaji.
c) Saya sendiri. kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan sedikit, apalagi baru gajian, beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount), beli barang-barang kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20% terus disimpen di bank.
*** Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran (sebenarnya Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa mulai beli rumah mewah. walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan bukan mafia di Chinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash, bukan kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa dikalahkan oleh bangsa lain. kalau bule atau orang hitam musti ngutang sampe tau baru bisa lunas beli rumah.
KERJAAN
a) si bule, abis kerja (biasanya jam kerja jam 8 pagi - 6 sore) hari Senen sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato makan-makan ngabisin gaji. Kalau disuruh lembur tiba-tiba, biasanya kesel-kesel sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule tampangnya kusut, soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya weekend melulu. Kalo hari Kamis, si bule males kerja,pikirannya hari Jumat melulu. Terus jalan-jalan gosip kiri kanan.
b) si Cina, abis kerja langsung pulang ke rumah, masak sendiri, nggak pernah makan diluar (saya sering ngajak dia makan, cuma tidak pernah mau, mahal katanya, musti simpan duit, kecuali kalo ada hari-hari khusus). Kalau disuruh lembur tidak pernah menolak, malah sering menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau disuruh kerja hari sabtu atau hari minggu juga pasti mau. Kadang-kadang dia malah kerja part-time (bukan sebagai pegawai penuh) di perusahaan lain untuk menambah uangnya.
c) saya sendiri, kalau disuruh lembur, agak malas juga kadang-kadang karena sudah punya rencana keluar pergi makan sama teman-teman kantor. Kadang-kadang ingin sekali pulang ke rumah karena di kantor melulu, cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi kesannya terpaksa, nggak seperti si cina yg rela). Weekend paling malas kalau musti kerja.
*** Bos-bos juga biasanya suka sama orang Cina kalau soal kerjaan. Mereka soalnya pekerja yg giat dan tidak pernah bilang 'NO' sama boss. Dapat kerja juga gampang kalau mukanya cina, karena dipandang sebagai 'Good Worker'. Atau pekerja giat. Jarang sekali, kecuali penting sekali dia tidak bersedia kerja lembur. Dan kalaupun tidak bersedia lembur, biasanya dia akan datang sabtu atau minggu, atau kerja lembur besoknya.
RUMAH
a) Apartment si bule, wah bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh dengan barang-barang perabotan dan furniture mahal. Pokoknya gajinya pasti abis ngurusin apartment dia.
b) Apartment si cina, wah... kacau. Cuma ranjang satu, dilantai saja. Meja butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV kabel saja tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia bilang 'bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.' daerahnya pun bukan didaerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg mau tinggal.
c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri saya suka juga merias rumah. Jadi apartment saya lumayan lah tidak seperti punya si Cina. Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu. Padahal duitnya di bank banyak. Gaji dia saja lebih tinggi dari saya karena lebih lama di perusahaan tersebut.
*** Setelah 10 taun, biasanya si bule, orang item, masih tinggal di apartment atau baru ngutang beli rumah, si cina sudah bisa beli rumah sendiri. Karena nabung dengan giatnya, dan cuma beli yg penting-penting saja. Jadi uangnya ditabungkan sendiri.
*** Disini saja saya bisa lihat perbedaan-bedaan nyata, saya pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit amat. Masa duit banyak kayak begitu disimpan saja di bank. Dan kalau kita banding-bandingkan dengan sejarah orang-orang cina, kita akan tahu kenapa mereka (Cina) itu dalam long-range nya (jangka panjang nya) lebih maju dari pribumi di Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran dengan beberapa teman lagi orang Cina lainnya, orang India, orang Arab, orang Jerman, orang Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau sejarahnya orang Cina ini.
2. Perbandingan antara sejarah kebudayaan cina dan Indonesia JAMAN DULU Bangsa cina adalah bangsa yg bangga dengan bangsanya, karena kebudayaan cina adalah salah satu kebudayaan yg tertua di dunia, hampir setahaf dengan Mesopotamia dan Mesir. Karena itu kebudayaan cina itu benar-benar menempel di sanubari nya. Susah sekali untuk melepaskan kebudayaan tersebut karena memang betul kebudayaan mereka itu hebat, terus terang, kalau kita bandingankan dengan kebudayaan kita (pribumi Indonesia) kita tidak bisa mengalahkan kebudayaan orang cina. Dan memang kebudayaan mereka sudah diakui dunia.
Menurut salah satu Journal of Archeology terkemuka di dunia, orang Melayu itu unsurnya lebih banyak mengarah ke bangsa Mongol atau Cina. Jadi bangsa Indonesia itu sebenarnya Cina, walaupun secara biologis dan evolusis, ada unsur-unsur dari India dan Arab di darah orang pribumi. Tetapi orang Indonesia (Melayu) itu sebenarnya genetik nya lebih dekat ke orang Cina.
orang cina itu sudah dari dulu 4000 tahun hidupnya diawang kesusahan terus (maksudnya rakyat kecilnya). Negara cina dari jaman dulu, katanya, sudah perang terus, rakyat kecil disiksa olah pemerintahnya sendiri, dan pemerintahnya berganti-ganti terus. Orang cina bisa dibilang salah satu bangsa yang tahan banting. Sudah biasa menderita, dan makin menderita, biasanya orang kan makin nekad dan makin berani, jadi semua jalan ditempuh, namanya saja mau hidup, bagaimana. Ini juga terjadi di Indonesia.
Karena negaranya sendiri, Cina, banyak masalah, mereka imigrasi kemana-mana. Mereka ada dimana-mana, teman saya orang item dari Nigeria dan Ethiopia (afrika) bilang disana pun ada banyak orang cina. Dan herannya. Cina-cina di Afrika pun sukses dan bisa dibilang tidak miskin.
DI INDONESIA Di Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal diJakarta, saya bisa melihat perbedaan-perbedaannya, cuma waktu itu pikiran saya belum terbuka. Saya pernah buka punya teman orang cina di Senen buka toko kain. Di sebelahnya persis ada pak Haji yg juga buka toko kain. Setelah dua tahun, bisnis si cina makin maju, dan si pak Haji sebelah akhirnya bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau guna-guna si pak haji. Ternyata itu karena si cina, walaupun sudah untung, uangnya di simpan dan ditabung saja, untuk mengembangkan bisnisnya lagi. Dan dia dan istrinya makan telor ceplok saja Sedangkan si pak haji baru untung sedikit sudah makan besar di restoran karena gengsi sama keluarga nya.
Nah bukannya si pak haji ini salah ? Bukannya kita bisa lihat sendiri bahwa cina ini pikirannya lebih maju lebih melihat kedepan dan lebih tahan banting ? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia, tapi juga tidak usah gengsi-gengsian. Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari negara yg berbeda-beda dan satu hal yg benar-benar nyata adalah orang yg TIDAK MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN GENGSI biasanya NEGARANYA MAJU.
Coba saja lihat orang Hong Kong, orang Jepang, orang Inggris, orang Amerika, orang Jerman dan orang Singapore, mereka sudah MAJU sekali pemikirannya. Tidak seperti orang Indonesia. Kalau YA yah sudah bilang YA, kalau TIDAK yah bilang TIDAK. Jadi tidak tidak ada yg tidak enak hati. Kalau sudah lama tidak enak hati akhirnya berantem. Orang Indonesia sayangnya gengsinya tinggi sekali, tidak mau mengaku kalau memang salah atau harus merubah sesuatu yg jelek. Inilah kelemahannya.
part II Di mata Internasional bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai NAZI Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang dunia ke II bangsa Jerman sedang miskin karena mereka kalah perang dunia ke I, supaya rakyat tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja menyalahkan orang Yahudi yg memang kaya dan menguasai ekonomi Jerman. Dan orang Yahudi akibatnya dibantai dan tidak diperlakukan sebagai warga negara sendiri. Padahal mereka juga sudah lama tinggal di Jerman dan sudah merasa sebagai bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang kebudayaan mereka yg tinggi, sama seperti cina di Indonesia.
Di Indonesia anehnya, pribumi benci dengan cina tetapi bukan dengan orang Belanda atau orang Jepang. Kalau dipikir-pikir, si cina itu tidak salah apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu. Belanda menyiksa bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan Indonesia selama 350 tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg paling bahaya dan mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang juga menimbulkan krisis ekonomi setelah 65 tahun merdeka rupanya penyakit ini bukannya makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular ke seluruh badan dan mental bangsa Indonesia.
Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi menyiksa bangsa Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah perang, bangsa jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia secara ekonomi tidak bisa lagi main angkat senjata. Anehnya kita sebagai pribumi malah benci dengan cina bukannya dengan Belanda atau jepang. Lucu sih. Semua bangsa lain (Korea, Cina, Burma, Vietnam, dan Afrika) benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk sesama yg telah hidup bertahun-tahun bersama-sama (yaitu cina kalau di Indonesia).
Salah apa si cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka kelihatannya buas dalam bisnis, tamak, dan rakus ? kenapa ? Karena mereka selama tinggal di Indonesia selalu diperlakukan sebagai orang luar dan di anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi cina, pasti anda-anda juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak makan besok ? atau mati ? Yah, kalau begitu, mereka jadi cerdik, agak licik, mengambil kesempatan dalam kesempitan, sampai akhirnya berhasil memegang ekonomi indonesia. Tapi mereka juga bekerja keras, JAUH.....SANGAT JAUH LEBIH KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di Indonesia saja. orang cina sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses dan bekerja keras.
Mereka (cina) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA KALI LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin. Bagi cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih tinggi lagi. Kita saja yg bodoh, mau dengar omongan pemerintah yg brengsek dan mengkambing hitamkan cina. Karena mereka sendiri juga busuk tetapi takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan cina sebagai tameng dan kambing hitamnya.
Gimana mau hidup sebagai negara yg maju coba ? Kalau tidak bersatu. Negara yg maju harus bisa hidup dengan tentram satu sama lain tidak perduli dengan warna kulit, agama, dan keturunan. Semuanya musti diakui sebagai satu bangsa. Contohnya Amerika, mau cari orang dari mana saja ada. Cuma mereka bersatu, dan mereka sadar tiap orang punya kejelekan masing-masing. Cuma tidak digembar-gemborkan, tapi dibicarakan dan dirubah. Yg bagus nya diambil, dan dipakai bersama-sama untuk memajukan negara. Tidak segan-segan, atau gengsi, kalau gengsi-gengsi maka tidak akan maju. Harus open (terbuka) dan mau menerima kesalahan dan musti mau berubah."
Tulisan diatas ditulis oleh seorang kawan saya orang asli Indonesia yg sekarang berada di USA. karena tidak muat dipost jadi 1 page dan tidak mau merubah originalitas tulisan ini, saya pecah jadi 2 post. temen2.. coba deh di renungkan lagi.. apa belum cukup pertentangan yg terjadi di bangsa kita? bangsa kita sudah cukup lemah. mestinya kita bersatu utk semakin kuat. bukan malah perang saudara. bukan kah terroris sudah cukup memanfaatkan kelemahan bangsa ini? mengapa terus saling bunuh? saling cemoh? dsb. BUKA lah mata kalian lebar2. Lihat siapa yg sebenarnya BENAR. dan siapa yg sebenarnya SALAH!? coba deh dipikir lagi.
simak bagus kata-kata nya saudara ku...
Kami datang belakangan , awalnya banyak dari kami yang datang dalam kemiskinan, Sudah banyak yang tiba lebih dulu sejak Generasi nenek moyang nya .
Kami duduk dibawah terik matahari menunggu dagangan kami, disaat ada orang lain datang meminta bagian untuk uang "keamanan"
Kami mengayuh sepeda berjualan bakpao disaat orang lain sedang menikmati makanan kesukaan nya.
Kami menghitung berapa kuat kami bisa menanggung beban dan berapa yg bisa kami tabung, disaat orang lain menghitung berapa banyak uang yg akan dibelanjakannya .
Kami berusaha dan mencari peluang yang bisa menghasilkan uang, ketika orang sedang mencari barang apa yang bisa dibeli dengan uang nya.
Kami rajin berhubungan dengan banyak orang agar kami lancar mencari makan, ketika yg lain sedang enak menikmati hidangan makan malam dimeja nya.
Kami berani menanggung resiko atas pinjaman2 dengan bunga tinggi, disaat banyak orang merasa berpuas diri akan penghasilan rutin nya.
Kami rela makan nasi sekali sehari demi masa depan, disaat semua orang menuntut makan 3 kali sehari.
Kami mengirit dan rela menggunakan pakaian ala kadarnya, disaat banyak orang menggunakan pakaian mewah buatan Perancang & Butik terkenal
Setelah berpuluh Tahun sang waktu berlalu ....
Kami menikmati apa yang telah kami perjuangkan, disaat itu ada yang mengumpat dan berkata " sialan, lu nguasain negara gueee "
Kami menikmati liburan untuk melihat indahnya alam ciptaan Tuhan, disaat orang-orang ribut akan kenaikan harga sembako.
Kami bersyukur atas hasil kerja keras kami, disaat banyak orang sedang sibuk mengutuki negeri ini dan berdemo anarkis merusak negeri ini.
Kami berjalan menyisir pantai, menikmati tenggelamnya matahari, ketika orang lain melihat matahari tenggelam dari jendela masih ditempat kerjanya.
Kami sangat bersyukur karena anak-anak kami bisa melanjutkan pendidikan, ketika orang lain banyak yang pusing memikirkan bagaimana menyekolahkan anaknya.
Kami menikmati dan bercerita tentang bagaimana indahnya hidup ini, ketika orang bercerita tentang susah dan pahitnya hidup ini.
Kami sudah berpikir besok mau makan apa, ketika banyak orang berpikir apa besok bisa makan.
Saat kami menikmati puncak kesuksesan, ada sebagian orang menyalahkan kami atas kemiskinan yang mereka alami.
Saat kami masuk ke pintu ruang pabrik kami, ada yang datang minta bagian atas apa yang telah kami perjuangkan
Kami tahu sebagian orang menganggap kami ini hanya pendatang, tapi kami tahu bagaimana membuat hidup ini menjadi lebih berarti dan dihargai, kami telah tunjukan bagaimana kami berjuang lebih keras dalam hidup ini.
Kami tahu sebagian orang menganggap kami ini hanya numpang, tapi kami telah tunjukan bahwa kami bukan penumpang gelap yang tak membayar, kami telah tunjukan bahwa kami juga adalah pejuang yang gigih dan kami adalah penurut , banyak dari kami juga ikut berjuang bahu membahu dengan para pejuang lain.
Kami ini adalah keturunan pengusaha ulet yang menganggap uang bukan jatuh dari langit, tapi harus dibayar dengan keringat dan kadang dengan air mata maupun darah. Tapi ada yang mengutuki kami, mengapa negeri ini penuh dengan keturunan kami yang sukses, Ada yang tidak senang dan mengiri akan kesuksesan kami.
Bukan kami menjauhkan diri kami dan anak kami dari pergaulan , tapi karena kami hanya ingin agar anak2 kami lebih terjaga.
Kami bukannya sombong dan kami sama sekali bukanlah orang yang pembenci sesama, tapi kami hanya ingin hidup seperti apa yang nenek moyang kami ajarkan,
" JANGAN PERNAH MEMINTA, TAPI BERUSAHALAH "
Bukan kami tak mencintai Negeri ini, percayalah Hati kami telah tertaut dan milik Negeri ini . Kami ini ditakdirkan lahir di Negeri ini , mencari hidup dan ingin mati di negeri ini. Tapi ada sebagian orang yang membenci kami dan bahkan ingin menyakiti kami .
Percayalah kami ini hanya berkorban , kami hanya berbuat yang terbaik untuk anak-cucu kami Kami ini berjuang dari kemiskinan untuk mencapai kemakmuran. Kami ini tidak pernah meminta semua itu dengan gratis. Kami membayar apa yang harus kami bayar.
KAMI KETURUNAN TIONGHOA, KAMI BANGGA
Meski kami kenyang tapi kadang tidur kami tak nyenyak, kami dalam ketakutan , Takut diserbu dan kembali disakiti, Sering kami dihantui mimpi buruk , Rumah dan harta bisa hilang , Bahkan Nyawa pun bisa melayang. Kadang kami merasa berdiri diatas Bom Waktu yang bisa meledak setiap sa’at. Kami telah terlahir di Indonesia, kebanggaan dan Tumpah Darah kami tentulah INDONESIA.
Jangan tanya Tuhan kenapa kami dilahirkan disini , Jangan lagi bicara sipitnya mata kami , Jangan lagi bicara kuningnya kulit kami, Jangan lagi masalahkan kesukuan kami , Jangan lagi ada rasa curiga Jangan lagi ada rasa permusuhan Jangan lagi ada rasa kebencian Karena Tumpah Darah kami tetaplah INDONESIA, Karena Minum kami adalah air INDONESIA, Makan kamipun juga nasi INDONESIA, Maka Darah kami pastilah juga Darah INDONESIA.
Sekarang ….. Zaman telah berganti, penguasa juga telah datang dan pergi. Sekarang ….. Kita lupakan masa lalu yang menyeramkan dan sangat kelabu. Sekarang ….. Jangan lagi ada Tragedi yang menyayat banyak hati. Sekarang ….. Sa’atnya kita lupakan dan hilangkan masalah kesukuan. Sekarang ….. Sa’atnya kita semua bersatu padu membangun Negeri. Sekarang ….. Sa’atnya kita angkat Negeri tercinta ini dari kemiskinan. Sekarang ….. Sa’atnya kita galang semangat Persatuan dan Kebersamaan. Sekarang ….. Sa’atnya kita kembangan bersama wawasan Kebangsaan kita. PANCASILA dan BHINEKA TUNGGAL IKA
Best Regards.
benernya bangsa kita kalo mau maju ini cepet kok. semua kekayaan alam yg luar negri mesti import.. kita semua punya disini.. rakyat kita banyak sekali. jika dibandingkan dgn australia atau singapore.. kita mestinya jauh lebih maju. utk negara singapore, air mineral saja mesti import dari negara Malaysia. Dan Australia negaranya sangat kering. kekurangan air bersih. makanya tahun lalu bisa terjadi kebakaran besar disana kalo agan2 semua menyimak berita. tapi kenapa kedua negara ini bisa lebih kaya dari negara kita?
Negara kita sangat subur. kaya kekayaan alam. Rakyat nya sangat bnyk. dan darisana jg banyak lahir orang2 pintar. tapi sayang negara ini tidak menghargai itu semua dan memanfaatkan nya utk "kantong" pribadi saja. jadi sebenarnya pihak mana yg harusnya disalahkan? Melihat rakyatnya jauh di bawah garis standart hidup. sedangkan pemerintah nya kerja nya tidak jelas apa. yg kita tahu korupsi nya saja tidak abis2. Perbedaan ini yg terlalu jauh mencolok. semestinya rakyat berontak utk hal ini. Kaum cina tidak ada hub nya dgn ini. karena kaum cina tidak ada 1% yg duduk di bangku pemerintahan.
Penduduk Indonesia lebih dari 250juta jiwa saat ini dan hampir 30% nya terpusat di DKI Jakarta. Macet tidak ada habis nya dan tidak dapat dihindari. apabila terus seperti ini dan pemerintah tidak ambil andil serius.. maka dpt dipastikan 2015 Jakarta akan lumpuh total. percuma beli mobil seharga 2 milyar pun kalo gak bisa gerak. Kota penuh dgn sepeda motor dan angkot yg penuh polusi. Mengapa bisa demikian? Tanyakan ke pemerintah kita. Ga ada hub nya dgn orang cina.
Coba lirik ke negara Australia.. kalo ada yg pernah kesana.. bisa tiduran di jalanan malah saking kosong nya. 1 kota sydney itu cuma 6 juta jiwa penduduk nya. Australia secara keseluruhan cuma 25 juta jiwa. dan itu pun terbagi rata. Karena pemerintah nya bisa mengatur. dan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat nya pun diperhatikan. tidak ada yg hidup di bawah standart. maka dari itu mata uang mereka terus naik dan sekarang hampir menyamai US dollar.
Sedangkan Indonesia bagaimana? dilihat dari segala aspek memang negara kita menang. Tapi apabila terus begini lama2 negara kita dibeli orang secara tidak langsung gan. Bayangkan saja hasil bumi seperti batubara saja masa punya perusahaan swasta? ya mereka keruk saja terus utk keuntungan pribadi dan jual ke luar negri. nanti kalo sudah habis ya sudah.
Terlalu bnyk kesalahan di negeri ini. kita seharusnya pikir flashback utk merenung. dan coba liat secara global utk dapat maju. maaf apabila saya ada salah kata.
salam.
Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi semua bangsa juga punya hal yg buruk.
Marilah saya mulai pendapat saya tentang perbandingan antara WNI asli dan keturunan cina :
1. Perbedaan2 nyata Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya, saya melihat banyak sekali perbedaan-bedaan, diantaranya :
A. DUIT
a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apalagi baru gajian.
b) Si Cina, kalau gajian langsung disimpan di bank, kadang-kadang di invest lagi di bank, beli Saham, atau dibungain. Bajunya itu2 saja sampe butut. Saya pernah tanya sama dia, duitnya yg disimpen ke bank bisa sampe 75%-80% dari gaji.
c) Saya sendiri. kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan sedikit, apalagi baru gajian, beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount), beli barang-barang kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20% terus disimpen di bank.
*** Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran (sebenarnya Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa mulai beli rumah mewah. walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan bukan mafia di Chinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash, bukan kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa dikalahkan oleh bangsa lain. kalau bule atau orang hitam musti ngutang sampe tau baru bisa lunas beli rumah.
KERJAAN
a) si bule, abis kerja (biasanya jam kerja jam 8 pagi - 6 sore) hari Senen sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato makan-makan ngabisin gaji. Kalau disuruh lembur tiba-tiba, biasanya kesel-kesel sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule tampangnya kusut, soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya weekend melulu. Kalo hari Kamis, si bule males kerja,pikirannya hari Jumat melulu. Terus jalan-jalan gosip kiri kanan.
b) si Cina, abis kerja langsung pulang ke rumah, masak sendiri, nggak pernah makan diluar (saya sering ngajak dia makan, cuma tidak pernah mau, mahal katanya, musti simpan duit, kecuali kalo ada hari-hari khusus). Kalau disuruh lembur tidak pernah menolak, malah sering menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau disuruh kerja hari sabtu atau hari minggu juga pasti mau. Kadang-kadang dia malah kerja part-time (bukan sebagai pegawai penuh) di perusahaan lain untuk menambah uangnya.
c) saya sendiri, kalau disuruh lembur, agak malas juga kadang-kadang karena sudah punya rencana keluar pergi makan sama teman-teman kantor. Kadang-kadang ingin sekali pulang ke rumah karena di kantor melulu, cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi kesannya terpaksa, nggak seperti si cina yg rela). Weekend paling malas kalau musti kerja.
*** Bos-bos juga biasanya suka sama orang Cina kalau soal kerjaan. Mereka soalnya pekerja yg giat dan tidak pernah bilang 'NO' sama boss. Dapat kerja juga gampang kalau mukanya cina, karena dipandang sebagai 'Good Worker'. Atau pekerja giat. Jarang sekali, kecuali penting sekali dia tidak bersedia kerja lembur. Dan kalaupun tidak bersedia lembur, biasanya dia akan datang sabtu atau minggu, atau kerja lembur besoknya.
RUMAH
a) Apartment si bule, wah bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh dengan barang-barang perabotan dan furniture mahal. Pokoknya gajinya pasti abis ngurusin apartment dia.
b) Apartment si cina, wah... kacau. Cuma ranjang satu, dilantai saja. Meja butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV kabel saja tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia bilang 'bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.' daerahnya pun bukan didaerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg mau tinggal.
c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri saya suka juga merias rumah. Jadi apartment saya lumayan lah tidak seperti punya si Cina. Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu. Padahal duitnya di bank banyak. Gaji dia saja lebih tinggi dari saya karena lebih lama di perusahaan tersebut.
*** Setelah 10 taun, biasanya si bule, orang item, masih tinggal di apartment atau baru ngutang beli rumah, si cina sudah bisa beli rumah sendiri. Karena nabung dengan giatnya, dan cuma beli yg penting-penting saja. Jadi uangnya ditabungkan sendiri.
*** Disini saja saya bisa lihat perbedaan-bedaan nyata, saya pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit amat. Masa duit banyak kayak begitu disimpan saja di bank. Dan kalau kita banding-bandingkan dengan sejarah orang-orang cina, kita akan tahu kenapa mereka (Cina) itu dalam long-range nya (jangka panjang nya) lebih maju dari pribumi di Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran dengan beberapa teman lagi orang Cina lainnya, orang India, orang Arab, orang Jerman, orang Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau sejarahnya orang Cina ini.
2. Perbandingan antara sejarah kebudayaan cina dan Indonesia JAMAN DULU Bangsa cina adalah bangsa yg bangga dengan bangsanya, karena kebudayaan cina adalah salah satu kebudayaan yg tertua di dunia, hampir setahaf dengan Mesopotamia dan Mesir. Karena itu kebudayaan cina itu benar-benar menempel di sanubari nya. Susah sekali untuk melepaskan kebudayaan tersebut karena memang betul kebudayaan mereka itu hebat, terus terang, kalau kita bandingankan dengan kebudayaan kita (pribumi Indonesia) kita tidak bisa mengalahkan kebudayaan orang cina. Dan memang kebudayaan mereka sudah diakui dunia.
Menurut salah satu Journal of Archeology terkemuka di dunia, orang Melayu itu unsurnya lebih banyak mengarah ke bangsa Mongol atau Cina. Jadi bangsa Indonesia itu sebenarnya Cina, walaupun secara biologis dan evolusis, ada unsur-unsur dari India dan Arab di darah orang pribumi. Tetapi orang Indonesia (Melayu) itu sebenarnya genetik nya lebih dekat ke orang Cina.
orang cina itu sudah dari dulu 4000 tahun hidupnya diawang kesusahan terus (maksudnya rakyat kecilnya). Negara cina dari jaman dulu, katanya, sudah perang terus, rakyat kecil disiksa olah pemerintahnya sendiri, dan pemerintahnya berganti-ganti terus. Orang cina bisa dibilang salah satu bangsa yang tahan banting. Sudah biasa menderita, dan makin menderita, biasanya orang kan makin nekad dan makin berani, jadi semua jalan ditempuh, namanya saja mau hidup, bagaimana. Ini juga terjadi di Indonesia.
Karena negaranya sendiri, Cina, banyak masalah, mereka imigrasi kemana-mana. Mereka ada dimana-mana, teman saya orang item dari Nigeria dan Ethiopia (afrika) bilang disana pun ada banyak orang cina. Dan herannya. Cina-cina di Afrika pun sukses dan bisa dibilang tidak miskin.
DI INDONESIA Di Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal diJakarta, saya bisa melihat perbedaan-perbedaannya, cuma waktu itu pikiran saya belum terbuka. Saya pernah buka punya teman orang cina di Senen buka toko kain. Di sebelahnya persis ada pak Haji yg juga buka toko kain. Setelah dua tahun, bisnis si cina makin maju, dan si pak Haji sebelah akhirnya bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau guna-guna si pak haji. Ternyata itu karena si cina, walaupun sudah untung, uangnya di simpan dan ditabung saja, untuk mengembangkan bisnisnya lagi. Dan dia dan istrinya makan telor ceplok saja Sedangkan si pak haji baru untung sedikit sudah makan besar di restoran karena gengsi sama keluarga nya.
Nah bukannya si pak haji ini salah ? Bukannya kita bisa lihat sendiri bahwa cina ini pikirannya lebih maju lebih melihat kedepan dan lebih tahan banting ? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia, tapi juga tidak usah gengsi-gengsian. Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari negara yg berbeda-beda dan satu hal yg benar-benar nyata adalah orang yg TIDAK MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN GENGSI biasanya NEGARANYA MAJU.
Coba saja lihat orang Hong Kong, orang Jepang, orang Inggris, orang Amerika, orang Jerman dan orang Singapore, mereka sudah MAJU sekali pemikirannya. Tidak seperti orang Indonesia. Kalau YA yah sudah bilang YA, kalau TIDAK yah bilang TIDAK. Jadi tidak tidak ada yg tidak enak hati. Kalau sudah lama tidak enak hati akhirnya berantem. Orang Indonesia sayangnya gengsinya tinggi sekali, tidak mau mengaku kalau memang salah atau harus merubah sesuatu yg jelek. Inilah kelemahannya.
part II Di mata Internasional bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai NAZI Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang dunia ke II bangsa Jerman sedang miskin karena mereka kalah perang dunia ke I, supaya rakyat tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja menyalahkan orang Yahudi yg memang kaya dan menguasai ekonomi Jerman. Dan orang Yahudi akibatnya dibantai dan tidak diperlakukan sebagai warga negara sendiri. Padahal mereka juga sudah lama tinggal di Jerman dan sudah merasa sebagai bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang kebudayaan mereka yg tinggi, sama seperti cina di Indonesia.
Di Indonesia anehnya, pribumi benci dengan cina tetapi bukan dengan orang Belanda atau orang Jepang. Kalau dipikir-pikir, si cina itu tidak salah apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu. Belanda menyiksa bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan Indonesia selama 350 tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg paling bahaya dan mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang juga menimbulkan krisis ekonomi setelah 65 tahun merdeka rupanya penyakit ini bukannya makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular ke seluruh badan dan mental bangsa Indonesia.
Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi menyiksa bangsa Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah perang, bangsa jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia secara ekonomi tidak bisa lagi main angkat senjata. Anehnya kita sebagai pribumi malah benci dengan cina bukannya dengan Belanda atau jepang. Lucu sih. Semua bangsa lain (Korea, Cina, Burma, Vietnam, dan Afrika) benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk sesama yg telah hidup bertahun-tahun bersama-sama (yaitu cina kalau di Indonesia).
Salah apa si cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka kelihatannya buas dalam bisnis, tamak, dan rakus ? kenapa ? Karena mereka selama tinggal di Indonesia selalu diperlakukan sebagai orang luar dan di anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi cina, pasti anda-anda juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak makan besok ? atau mati ? Yah, kalau begitu, mereka jadi cerdik, agak licik, mengambil kesempatan dalam kesempitan, sampai akhirnya berhasil memegang ekonomi indonesia. Tapi mereka juga bekerja keras, JAUH.....SANGAT JAUH LEBIH KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di Indonesia saja. orang cina sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses dan bekerja keras.
Mereka (cina) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA KALI LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin. Bagi cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih tinggi lagi. Kita saja yg bodoh, mau dengar omongan pemerintah yg brengsek dan mengkambing hitamkan cina. Karena mereka sendiri juga busuk tetapi takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan cina sebagai tameng dan kambing hitamnya.
Gimana mau hidup sebagai negara yg maju coba ? Kalau tidak bersatu. Negara yg maju harus bisa hidup dengan tentram satu sama lain tidak perduli dengan warna kulit, agama, dan keturunan. Semuanya musti diakui sebagai satu bangsa. Contohnya Amerika, mau cari orang dari mana saja ada. Cuma mereka bersatu, dan mereka sadar tiap orang punya kejelekan masing-masing. Cuma tidak digembar-gemborkan, tapi dibicarakan dan dirubah. Yg bagus nya diambil, dan dipakai bersama-sama untuk memajukan negara. Tidak segan-segan, atau gengsi, kalau gengsi-gengsi maka tidak akan maju. Harus open (terbuka) dan mau menerima kesalahan dan musti mau berubah."
Tulisan diatas ditulis oleh seorang kawan saya orang asli Indonesia yg sekarang berada di USA. karena tidak muat dipost jadi 1 page dan tidak mau merubah originalitas tulisan ini, saya pecah jadi 2 post. temen2.. coba deh di renungkan lagi.. apa belum cukup pertentangan yg terjadi di bangsa kita? bangsa kita sudah cukup lemah. mestinya kita bersatu utk semakin kuat. bukan malah perang saudara. bukan kah terroris sudah cukup memanfaatkan kelemahan bangsa ini? mengapa terus saling bunuh? saling cemoh? dsb. BUKA lah mata kalian lebar2. Lihat siapa yg sebenarnya BENAR. dan siapa yg sebenarnya SALAH!? coba deh dipikir lagi.
simak bagus kata-kata nya saudara ku...
Kami datang belakangan , awalnya banyak dari kami yang datang dalam kemiskinan, Sudah banyak yang tiba lebih dulu sejak Generasi nenek moyang nya .
Kami duduk dibawah terik matahari menunggu dagangan kami, disaat ada orang lain datang meminta bagian untuk uang "keamanan"
Kami mengayuh sepeda berjualan bakpao disaat orang lain sedang menikmati makanan kesukaan nya.
Kami menghitung berapa kuat kami bisa menanggung beban dan berapa yg bisa kami tabung, disaat orang lain menghitung berapa banyak uang yg akan dibelanjakannya .
Kami berusaha dan mencari peluang yang bisa menghasilkan uang, ketika orang sedang mencari barang apa yang bisa dibeli dengan uang nya.
Kami rajin berhubungan dengan banyak orang agar kami lancar mencari makan, ketika yg lain sedang enak menikmati hidangan makan malam dimeja nya.
Kami berani menanggung resiko atas pinjaman2 dengan bunga tinggi, disaat banyak orang merasa berpuas diri akan penghasilan rutin nya.
Kami rela makan nasi sekali sehari demi masa depan, disaat semua orang menuntut makan 3 kali sehari.
Kami mengirit dan rela menggunakan pakaian ala kadarnya, disaat banyak orang menggunakan pakaian mewah buatan Perancang & Butik terkenal
Setelah berpuluh Tahun sang waktu berlalu ....
Kami menikmati apa yang telah kami perjuangkan, disaat itu ada yang mengumpat dan berkata " sialan, lu nguasain negara gueee "
Kami menikmati liburan untuk melihat indahnya alam ciptaan Tuhan, disaat orang-orang ribut akan kenaikan harga sembako.
Kami bersyukur atas hasil kerja keras kami, disaat banyak orang sedang sibuk mengutuki negeri ini dan berdemo anarkis merusak negeri ini.
Kami berjalan menyisir pantai, menikmati tenggelamnya matahari, ketika orang lain melihat matahari tenggelam dari jendela masih ditempat kerjanya.
Kami sangat bersyukur karena anak-anak kami bisa melanjutkan pendidikan, ketika orang lain banyak yang pusing memikirkan bagaimana menyekolahkan anaknya.
Kami menikmati dan bercerita tentang bagaimana indahnya hidup ini, ketika orang bercerita tentang susah dan pahitnya hidup ini.
Kami sudah berpikir besok mau makan apa, ketika banyak orang berpikir apa besok bisa makan.
Saat kami menikmati puncak kesuksesan, ada sebagian orang menyalahkan kami atas kemiskinan yang mereka alami.
Saat kami masuk ke pintu ruang pabrik kami, ada yang datang minta bagian atas apa yang telah kami perjuangkan
Kami tahu sebagian orang menganggap kami ini hanya pendatang, tapi kami tahu bagaimana membuat hidup ini menjadi lebih berarti dan dihargai, kami telah tunjukan bagaimana kami berjuang lebih keras dalam hidup ini.
Kami tahu sebagian orang menganggap kami ini hanya numpang, tapi kami telah tunjukan bahwa kami bukan penumpang gelap yang tak membayar, kami telah tunjukan bahwa kami juga adalah pejuang yang gigih dan kami adalah penurut , banyak dari kami juga ikut berjuang bahu membahu dengan para pejuang lain.
Kami ini adalah keturunan pengusaha ulet yang menganggap uang bukan jatuh dari langit, tapi harus dibayar dengan keringat dan kadang dengan air mata maupun darah. Tapi ada yang mengutuki kami, mengapa negeri ini penuh dengan keturunan kami yang sukses, Ada yang tidak senang dan mengiri akan kesuksesan kami.
Bukan kami menjauhkan diri kami dan anak kami dari pergaulan , tapi karena kami hanya ingin agar anak2 kami lebih terjaga.
Kami bukannya sombong dan kami sama sekali bukanlah orang yang pembenci sesama, tapi kami hanya ingin hidup seperti apa yang nenek moyang kami ajarkan,
" JANGAN PERNAH MEMINTA, TAPI BERUSAHALAH "
Bukan kami tak mencintai Negeri ini, percayalah Hati kami telah tertaut dan milik Negeri ini . Kami ini ditakdirkan lahir di Negeri ini , mencari hidup dan ingin mati di negeri ini. Tapi ada sebagian orang yang membenci kami dan bahkan ingin menyakiti kami .
Percayalah kami ini hanya berkorban , kami hanya berbuat yang terbaik untuk anak-cucu kami Kami ini berjuang dari kemiskinan untuk mencapai kemakmuran. Kami ini tidak pernah meminta semua itu dengan gratis. Kami membayar apa yang harus kami bayar.
KAMI KETURUNAN TIONGHOA, KAMI BANGGA
Meski kami kenyang tapi kadang tidur kami tak nyenyak, kami dalam ketakutan , Takut diserbu dan kembali disakiti, Sering kami dihantui mimpi buruk , Rumah dan harta bisa hilang , Bahkan Nyawa pun bisa melayang. Kadang kami merasa berdiri diatas Bom Waktu yang bisa meledak setiap sa’at. Kami telah terlahir di Indonesia, kebanggaan dan Tumpah Darah kami tentulah INDONESIA.
Jangan tanya Tuhan kenapa kami dilahirkan disini , Jangan lagi bicara sipitnya mata kami , Jangan lagi bicara kuningnya kulit kami, Jangan lagi masalahkan kesukuan kami , Jangan lagi ada rasa curiga Jangan lagi ada rasa permusuhan Jangan lagi ada rasa kebencian Karena Tumpah Darah kami tetaplah INDONESIA, Karena Minum kami adalah air INDONESIA, Makan kamipun juga nasi INDONESIA, Maka Darah kami pastilah juga Darah INDONESIA.
Sekarang ….. Zaman telah berganti, penguasa juga telah datang dan pergi. Sekarang ….. Kita lupakan masa lalu yang menyeramkan dan sangat kelabu. Sekarang ….. Jangan lagi ada Tragedi yang menyayat banyak hati. Sekarang ….. Sa’atnya kita lupakan dan hilangkan masalah kesukuan. Sekarang ….. Sa’atnya kita semua bersatu padu membangun Negeri. Sekarang ….. Sa’atnya kita angkat Negeri tercinta ini dari kemiskinan. Sekarang ….. Sa’atnya kita galang semangat Persatuan dan Kebersamaan. Sekarang ….. Sa’atnya kita kembangan bersama wawasan Kebangsaan kita. PANCASILA dan BHINEKA TUNGGAL IKA
Best Regards.
benernya bangsa kita kalo mau maju ini cepet kok. semua kekayaan alam yg luar negri mesti import.. kita semua punya disini.. rakyat kita banyak sekali. jika dibandingkan dgn australia atau singapore.. kita mestinya jauh lebih maju. utk negara singapore, air mineral saja mesti import dari negara Malaysia. Dan Australia negaranya sangat kering. kekurangan air bersih. makanya tahun lalu bisa terjadi kebakaran besar disana kalo agan2 semua menyimak berita. tapi kenapa kedua negara ini bisa lebih kaya dari negara kita?
Negara kita sangat subur. kaya kekayaan alam. Rakyat nya sangat bnyk. dan darisana jg banyak lahir orang2 pintar. tapi sayang negara ini tidak menghargai itu semua dan memanfaatkan nya utk "kantong" pribadi saja. jadi sebenarnya pihak mana yg harusnya disalahkan? Melihat rakyatnya jauh di bawah garis standart hidup. sedangkan pemerintah nya kerja nya tidak jelas apa. yg kita tahu korupsi nya saja tidak abis2. Perbedaan ini yg terlalu jauh mencolok. semestinya rakyat berontak utk hal ini. Kaum cina tidak ada hub nya dgn ini. karena kaum cina tidak ada 1% yg duduk di bangku pemerintahan.
Penduduk Indonesia lebih dari 250juta jiwa saat ini dan hampir 30% nya terpusat di DKI Jakarta. Macet tidak ada habis nya dan tidak dapat dihindari. apabila terus seperti ini dan pemerintah tidak ambil andil serius.. maka dpt dipastikan 2015 Jakarta akan lumpuh total. percuma beli mobil seharga 2 milyar pun kalo gak bisa gerak. Kota penuh dgn sepeda motor dan angkot yg penuh polusi. Mengapa bisa demikian? Tanyakan ke pemerintah kita. Ga ada hub nya dgn orang cina.
Coba lirik ke negara Australia.. kalo ada yg pernah kesana.. bisa tiduran di jalanan malah saking kosong nya. 1 kota sydney itu cuma 6 juta jiwa penduduk nya. Australia secara keseluruhan cuma 25 juta jiwa. dan itu pun terbagi rata. Karena pemerintah nya bisa mengatur. dan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat nya pun diperhatikan. tidak ada yg hidup di bawah standart. maka dari itu mata uang mereka terus naik dan sekarang hampir menyamai US dollar.
Sedangkan Indonesia bagaimana? dilihat dari segala aspek memang negara kita menang. Tapi apabila terus begini lama2 negara kita dibeli orang secara tidak langsung gan. Bayangkan saja hasil bumi seperti batubara saja masa punya perusahaan swasta? ya mereka keruk saja terus utk keuntungan pribadi dan jual ke luar negri. nanti kalo sudah habis ya sudah.
Terlalu bnyk kesalahan di negeri ini. kita seharusnya pikir flashback utk merenung. dan coba liat secara global utk dapat maju. maaf apabila saya ada salah kata.
salam.
Subscribe to:
Posts (Atom)